Jumat, 21 November 2014

EKOSISTEM BUATAN
Ekosistem tak lain adalah suatu sistem yang mencakup hubungan atau interaksi komponen abiotok dan biotik di dalamnya yang saling terkait satu sama lain. Di dunia ini ada beragam jenis ekosistem yang secara garis besar dikelompokkan ke dalam dua kelas yakni ekosistem alamiah atau disebut juga dengan natural ecosystem danekosistem buatan atau dikenal dengan nama Man Made-ecosystem/artificial ecosystem. Pembagian kedua kelompok umum ekosistem ini sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.29 tahun 2009 tentang Pedoman Konservasi Keanekaragaman Hayati di Daerah.

Kedua kelompok ekosistem ini dibagi lagi ke dalam beberapa jenis ekosistem yang mewakili suatu populasi tertentu. Pada uraian ini, jenis ekosistem yang akan kita bahasa adalah ekosistem buatan.


Apa Itu Ekosistem Buatan? 

Secara sederhana, pengertian ekosistem buatan (Man Made-ecosystem) tak lain adalah suatu ekosistem yang terbentuk berkat rekayasa manusia dalam tujuannya untuk memenugi pun mencukupi kebutuhan hidup manusia atau penduduk yang semakin hari semakin meningkat. Ekosistem buatan ini memperoleh subsidi energi dari luar dan baik itu tanaman maupun hewan akan memperoleh pengaruh besar dari manusia oleh karena itu bisa dikatakan keanekaragamannya sangat rendah. Ada banyak contoh ekosistem buatan yang direkayasa manusia, antara lain: 
1.               Ekosistem Bendungan.
2.               Ekosistem Tanaman Prosuksi seprerti misalnya hutan jati dan atau hutan pinus.
3.               Ekosistem Sawah Irigasi
4.               Ekosistem Perkebunan misalnya sawit, teh, cengkeh dan masih banyak lagi lainnya.
5.               Ekosistem Tambak.



Ekosistem Tambak

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaJuUdHh-RNIB92HP1uC6jbS9jMBzM3SwkTCSL1AvEldI8Jz49DWbG7Ou5PvTcZwmNjRldz48oCY4hihr3kAsvEvaelIHephGokkZf33z8sqW_RRgsZbOLxNTgx1AsGY0V5oNNfOqaXoI/s1600/aquaculture.jpg

Salah satu contoh ekosistem buatan yang merupakan hasil rekayasa manusia adalah tambak. Apa tambak itu? Tambak adalah tempat yang dibuat sedemikian rupa agar mahluk hidup bisa dibudidayakan dan memungkinkan untuk diambil manfaatnya. Adapun binatang yang populer dibudidayakan dengan sistem tambak adalah ikat mujair, ikan bandeng, ikan nila, ikan bawal, kepiting, udang, dan masih banyak lagi lainnya. Organisme ini kemudian yang membentuk ekosistem yang terbatas pada wilayah tambak tersebut. Pembuatan ekosistem tambak ini tentu bukan tanpa tujuan. Sebagai ekosistem buatan, tambak diharapkan memenuhi beberapa hal antara lain: 
1.               Sebagai tempat hidup ikan atau habitat buatan bagi mahluk hidup yang hendak dibudidayakan. Selain itu, tambak juga berfungsi sebagai wadah ataupun tempat timbuhnya berbagai makanan alamiah yakni plankton, klekap dan lain-lain. Selain itu, tambak juga sevara tidak langsung menjadi tempat hewan lainnya untuk mencari makanan. Sebut saja burung-burung air dan masih banyak lagi lainnya.
2.               Fungsi lain ekosistem buatan berupa tambak adalah sebagai tempat “terperangkapnya” berbagai macam hewan air yang liar dan bisa menjadi sumber pasma nutfah yang sangat baik memaksimalkan hasil budidaya di tambak.
3.               Fungsi tambak lainnya adalah untuk menghasilkan sumberdaya dengan nilai ekonomis yang diharapkan bisa menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Contoh ekosistem buatan lainnya yang mudah dijumpai adalah ekosistem pertanian misalnya sawah dan juga perkebunan. Ekosistem sawah misalnya, ia dibuat sedemikian rupa agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat akan beras. Sambil menjalankan tujuan tersebut, dalam skala kecil, terdapat pula beragam aktifitas organisme di lingkungan sawah. Aktifitas organisme bisa terkait dengan keberadaan padi ataupun tidak. Aktifitas tersebut adalah bagian kecil dari ekosistem di sawah itu sendiri.



EKOSISTEM ALAMI
Ekosistem secara sederhana adalah interaksi atau hubungan timbal balik antara organisme mahluk hidup dengan lingkungan sekitarnya. Di dalam sebuat ekosistem terdapat satu-satuan ekosistem yang kemudian membentuk pola-pola interaksi. Satuan tersebut adalah individu, kemudian populasi dan komunitas. Individu merupakan komponen ekosistem yang paling dasar dan merupakan satuan organisme yang tunggal. Sementara itu populasi adalah sekumpulan individu atau mahluk hidup yang terdapat atau mendiami sebuah tempat. Sedangkan komunitas adalah sekumpulan populasi yang berbeda tetapi hidup di dalam tempat tertentu. Ekosistem mencakup semua individu, populasi juga komunitas. Ekosistem ini kemudian dipecah menjadi beberapa kelompok. Dalam skala yang besar dan menyeluruh, semua penggabungan ekosistem disebut dengan biosfer. Ada bermacam-macam ekosistem yang menjadi komponen dari biosfer. Apa saja?

Jenis-Jenis Ekosistem 

Ada bermacam-macam ekosistem di dunia ini, yang secara garis besar dibagi ke dalam dua kategori yakni: 
1.               Ekosistem Alamiah: yakni ekosistem yang terbentuk secara alamiah tanpa adanya campur tangan manusia. Contoh ekosistem ini antara lain ekosistem sungaiekosistem gurun,ekosistem terumbu karang, ekosistem savanah, ekosistem laut dan masih banyak lagi lainnya.
2.               Ekosistem Artifisial atau buatan: yakni ekosistem yang terbentuk berkat campur tangan manusia. Ekosistem buatan ini diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Meski keanekaragaman ekosistem buatan manusia jauh lebih terbatas. Adapun macam-macam ekosistem buatan antara lain ekosistem sawah, perkebunan sawit, ekosistem pemukiman misalnya perkotaan atau pedesaan, eksosistem bendungan, ekosistem hutan buatan, agroekosistem dan masih banyak lagi lainnya.










Ekosistem Alamiah

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyUPECSIpKo3qJ5LGhxMaIdABYzLz8h8nVQwM_lWX_rk1pvnvDwV8AA4qgDck8jJD6GffvGOc_7HF-dGgRe-ZKF7Fb04sFcUzhOzVtoeTX6-cijpBz7wIHJ6yF39oFy6il8dcKw2wi9yg/s400/artificial.jpg

Jenis ekosistem yang tercipta tanpa bantuan tangan manusia ini dibagi lagi ke dalam dua pembagian umum yakni: 
1.               Ekosistem akuatik atau air.
2.               Ekosistem daratan terestrial.
Ada bermacam-macam ekosistem akuatik atau air, antara lain: 
1.               Ekosistem air tawar.
2.               Ekosistem air laut.
3.               Ekosistem estuary.
4.               Ekosistem pantai.
5.               Ekosistem sungai.
6.               Ekosistem terumbu karang.
7.               Ekosistem laut dalam.
8.               Ekosistem lamun.
Sementara itu, macam-macam ekosistem yang tercakup di dalam ekosistem daratan adalah 
1.               Ekosistem hujan tropis.
2.               Ekosistem sabana.
3.               Ekosistem padang rumput.
4.               Ekosistem gurun atau savanna.
5.               Ekosistem taiga.
6.               Ekosistem Tundra.
7.               Ekosistem hutan gugur.
8.               Ekosistem krast atau batu gamping dan gua.
Macam-macam ekosistem ini memiliki karakteristik sendiri. Misalnya saja ekosistem hutan hujan tropis yang selalu berada di wilayah tropic juga subtropik. Ekosistem ini bertempat di wilayah dengan jumlah curah hujan antara 200 sampai 225 cm per tahunnya. Sementara itu, jenis pepohonan yang ada di dalam ekosistem hutan hujan tropis ini sangat banyak. Di antara pepohonan ini biasanya terdapat tumbuhan yang khas seperti misalnya anggrek, liana dan lain-lain. Selain tumbuhan, ada juga hewan yang menghuni ekosistem tersebut antara lain kera, burung, badak, dan masih banyak lagi lainnya. Sama seperti ekosistem hutan hujan tropis, ekosistem lainnya juga memiliki komponen tertentu yang juga menjalin interaksi dan saling terkait satu sama lainnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!